Gambar di atas merupakan salah satu contoh Sinagoge atau Kanisah. Sinagoge atau Kanisah adalah nama tempat ibadah orang-orang Yahudi. Perkembangan Sinagoge sangat dipengaruhi oleh perkembangan kaum Farisi pada abad ke-2 SM. Selain digunakan untuk beribadah, Sinagoge juga digunakan sebagai tempat pendidikan keagamaan berupa pembacaan dan penafsiran Taurat. Selain itu, Sinagoge juga menjadi tempat untuk yang akan masuk agama Yahudi dari non-Yahudi.
Sumber: https://id.m.wikipedia.org/wiki/Sinagoge#:~:text=Sinagoge%20atau%20Kanisah%20(Ibrani%3A%20%D7%91%D7%99%D7%AA,nama%20tempat%20beribadah%20orang%20Yahudi.
Tempat suci agama Yahudi yang kedua adalah Tembok Ratapan atau The Wailing Wall. Disebut seperti itu karena di tempat inilah umat Yahudi menangis dan meratapi hidupnya sebagaimana umat Islam menempelkan wajahnya ke Ka'bah begitu pula mereka menempelkan wajahnya ke tembok tersebut. Namun, akibat pemberontakan yang dilakukan umat Yahudi pada tahun 70 M, kerajaan Romawi menghancurkan sebagian besar The Wailing Wall dan kini hanya tersisa 60 M.
Tempat suci paling fenomenal umat Yahudi disebut dengan Bait Suci, Bait Allah atau Kenish. Di tempat inilah Israel memusatkan aktivitas peribadatannya. Sayangnya Bait Suci yang pertama berhasil dihancurkan oleh raja Nebukadnezar pada tahun 586 SM setelah ia berhasil menaklukkan kerajaan Israel. Kemudian pada sekitar tahun 536 SM, Bait suci kedua dibangun kembali oleh bangsa Yahudi.
Sumber: Rizem Aizid. Sejarah Lengkap Agama-agama Ibrahimi. Yogyakarta: Diva Press, 2023.



Komentar
Posting Komentar