Agama Yahudi berawal dari peristiwa hijrahnya Nabi Ibrahim dari kota Ur di Babilonia ke daerah Kana’an (Palestina) sekitar tahun 2000 SM. Di tanah Khaldea, hidup Terah beserta keluarga yang menyembah matahari dan berhala. Salah seorang putra Terah itu ialah Ibrahim A.S yang lahir pada tahun 1997 SM, Terah atau yang dinamakan Azar, selain seorang penyembah patung atau berhala, ia juga merupakan pembuat dan pedangang berhala itu sendiri. Semua putra dan keluarganya mengikuti keyakinan terah dan membantu usahanya, kecuali Ibrahim. Ibrahim menentang penyembahan berhala dan mengajarkan kepada orang tua serta keluarganya agar menyembah Allah Yang Maha Esa. Untuk itu ia hancurkan segala berhala yang menjadi sesembahan kaumnya. Perbuatan Ibrahim ini menimbulkan kemarahan kaumnya termasuk raja yang berkuasa di tanah khaldea yaitu raja Namrud.
Namrud menganggap bahwa Ibrahim berbahaya bagi kelangsungan kekuasaannya, kalau ia dibiarkan terus akan meracuni orang-orang dengan ajaran yang disampaikannya. Namrud berusaha menyingkirkan Ibrahim dengan membakarnya dalam api unggun, namun Ibrahim selamat dari bahaya api tersebut. Namun pertentangan antara Ibrahim dengan Namrud semakin tajam hingga akhirnya Ibrahim memutuskan untuk meninggalkan tempat kelahirannya demi menghindari tekanan dari penguasa zalim, raja Namrud. Peristiwa pengembaraan Ibrahim ini terjadi pada tahun 1943 SM. Ibrahim disertai istrinya, senbagian kaum kerabat, hamba sahaya dan hewan ternak mereka. Orang-orang ini lah yang disebut sebagai Ibrani yang berarti orang yang menyebrang. Penamaan ini muncul karena nabi Ibrahim hijrah dari kota Ur ke Kan’an harus melintasi sungai Eufrat. Sejak itulah kelompok ini dan keturunannya menjadi satu bangsa yang dinamai dengan bangsa Ibrani.
Setelah berabad-abad kemudian, Mesir diperintah oleh seorang fir’aun yang bernama Amnahotab II. Karena perkembangan bani Israel yang pesat dan perasaan tidak suka dengan agama tauhid yang dianut mereka, menyebabkan kedengkian Fir'aun dan menjadikan bani Israel sebagai budak. Saat itu, setiap anak laki-laki yang lahir akan dibunuh. Semakin lama, kekejaman terhadap bani Israel kian menjadi-jadi. Sekitar abad 13 SM, Allah mengutus Musa dan Harun untuk membebaskan Bani Israel dan mengajak raja Amnahotab II untuk bertauhid. Tetapi, Fir’aun menolak dan semakin menindas bangsa Israel hingga akhirnya Musa mengutuskan untuk mengajak kaumnya kembali hijrah ke Kan’an. Fir’aun mencoba mencegah peristiwa tersebut, namun akhirnya ia tenggelam di laut merah. Sedangkan Israel berhasil menyelamatkan diri dan mendarat di gurun Sinai. Musa dan Harun hanya berhasil mebawa Israel keluar dari mesir, tetapi tidak sempat menata kehidupan mereka apalagi kebahagiaan mereka. Hingga Musa wafat di tahun 1473 SM. Bahkan, pasca Nabi Musa wafat mereka juga belum bisa memasuki pintu wilayah Palestina, pada masa Nabi Dawud-lah mereka bisa memasuki Palestina dari Sinai.
Sumber: Fitriani, dkk, “Sejarah Agama Yahudi.” Al-Hikkmah: Jurnal Studi Agama-Agama, vol. 9, no. 1, (Sumatera Utara, 2023).

Komentar
Posting Komentar